Pada dasarnya aku memang sendirian. Ada kalanya orang melihatku, namun akan tiba juga orang hanya melirikku. Aku harus terbiasa seperti ini. Dengan begini, aku tidak lagi mengharap simpati lebih. Hanya aku yang peduli dengan diriku sendiri. Tidak ada dia, kau, atau mereka. Memang berat saat sedang rapuh namun tidak ada menguatkan. Namun aku harus bisa. Aku akan bertahan dengan diriku. Sendirian tidak masalah asal tidak kesepian. Bukan egois tidak menganggap kehadiran mereka. Hanya saja. Ya, aku yakin suatu saat akan hilang satu persatu. Entah itu kepercayaan atau kehangatan.